November 17, 2019
  • 5:41 pm Vivo 17 Pro Landing Siap Meluncur di Indonesia, Ini Bocorannya!
  • 2:32 pm Cara Menentukan Premi Asuransi Jiwa agar Efisien
  • 8:00 pm 3 Perilaku Posesif Membuat Pasangan Merasa Terkekang
  • 7:49 pm Alex Rins Kalahkan Marquez di Garis Finish Moto GP Inggris
  • 7:34 pm Malaysia Perbolehkan Layanan Roda Dua Go-Jek Beroperasi

Sumatera Utara memiliki keunikan budaya yang begitu kental, termasuk untuk urusan kuliner khas Batak.

Salah satu rempah yang menjadi ciri khas masyarakat Batak adalah penggunaan andaliman. Rempah yang mirip dengan merica ini memiliki aroma mirip jeruk dengan pedas, tapi tidak seperti cabai atau lada. Pokoknya khas.

Nah, berikut empat kuliner khas Batak yang menggunakan andaliman sebagai bumbu pelengkap.

1. Naniura

Hidangan ini menggunakan bahan dasar ikan, bisa ikan batak bisa juga ikan mas. Dulu, naniura adalah makanan khusus para raja. Namun, kelezatan naniura akhirnya menyebar ke seluruh masyarakat hingga akhirnya menjadi hidangan kesukaan semua kalangan.

Naniura merupakan lauk yang disajikan mentah alias tanpa dimasak. Untuk bumbu sebagai penambah rasa amatlah penting, terutama andaliman.

Penggunaan andaliman, bawang merah, dan bumbu-bumbu lainnya membuat ikan terasa seperti dimasak.

2. Naniarsik

Seperti namanya, hidangan ini terbuat dari ikan arsik, atau dalam bahasa daerah disebut naniarsik. Makanan ini sangat populer di Tapanuli. Sekilas, naniarsik memiliki tampilan seperti ikan pesmol karena menggunakan bumbu kuning.

Bahan-bahan untuk membuat bumbu kuning adalah andaliman, asam cikala, lengkuas, serai, kunyit, jahe, cabe rawit, dan lainnya. Ikan lalu dimasak dalam kuali bersama bumbu hingga mengering. Naniarsik biasanya disajikan dengan sayuran hijau seperti daun ubi, kacang panjang dan batang kincung muda.

3. Saksang

Saksang merupakan hidangan yang terbuat dari daging babi, anjing, atau kerbau. Proses memasak saksang menggunakan rempah seperti bawang merah, bawah putih, andaliman, dan lainnya serta ditambahkan dengan santan. Hal yang membuat saksang unik adalah karena darah saat hewan disembelih (margota) juga dicampur dan dijadikan bahan pelengkap.

Hidangan Saksang merupakan kuliner tradisional Batak Toba yang sering disajikan saat upacara adat.

Saksang disajikan bersama dengan arsik dan daun umbi tumbuk. Saksang biasanya dijumpai saat perayaan adat, seperti acara pernikahan. Namun, saksang juga bisa dijumpai di rumah makan tradisional khas Batak di beberapa daerah.

admin

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT