October 14, 2019
  • 5:41 pm Vivo 17 Pro Landing Siap Meluncur di Indonesia, Ini Bocorannya!
  • 2:32 pm Cara Menentukan Premi Asuransi Jiwa agar Efisien
  • 8:00 pm 3 Perilaku Posesif Membuat Pasangan Merasa Terkekang
  • 7:49 pm Alex Rins Kalahkan Marquez di Garis Finish Moto GP Inggris
  • 7:34 pm Malaysia Perbolehkan Layanan Roda Dua Go-Jek Beroperasi

Sinar matahari kala itu di Danau Toba tertutup awan-awan yang menggumpal. Semilir angin telah membuai hingga saya terlena dibuatnya. Hamparan danau vulkanik terbesar di dunia ini menghipnotis mata.

Pada sebuah sore jelang kepulangan ke Jakarta, saya masih ingin menjelajahi Danau Toba. Keindahan alam Danau Toba yang dikelilingi tebing dengan ketinggian 1.200 meter ini serasa memanggil untuk datang.

Akhirnya, dari Bandara Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Bukit Penatapan Hutaginjang jadi pilihan. Sebuah pilihan obyek wisata yang tak pernah saya sesalkan untuk dikunjungi.

Letak Bukit Panatapan Huta Ginjang berada sekitar 8 kilometer dari Bandara Silangit. Bukit Huta Hinjang menawarkan pemandangan Danau Toba dari ketinggian.

Wisatawan akan melewati jalan yang berkelok-kelok dan sedikit tak rata jelang tiba di Bukit Huta Ginjang. Waktu tempuh dari Bandara Silangit terbilang tak lama yakni 10 menit menggunakan mobil.

Di sepanjang jalan menuju lokasi Huta Ginjang, banyak pepohonan pinus yang tumbuh di di pinggir jalan.

Sejauh mata memandang, hamparan hutan pinus yang kokoh dan tumbuh liar menjadi pemandangan yang menyegarkan mata dan siap membuat hati tenang bagi yang melihatnya.

Begitu tiba, semilir angin bertiup di punggung bukit yang terjal di sisi ujung yang menghadap ke Danau Toba. Seorang warga dari Tapanuli Utara, Danang, menyebutkan Bukit Panatapan Huta Ginjang ini juga merupakan tempat landasan terbang olahraga udara gantole dan paralayang.

admin

RELATED ARTICLES
LEAVE A COMMENT